KAMI ADALAH MAHASISWA UPBJJ YOGYAKARTA FISIP ILMU PERPUSTAKAAN S1 TAHUN 2017
NAMA : CATUR KISWANA PUTRA
NIM : 021812568
Alamat : Jl. Wanagama 1, Banaran 2, Rt: 08 Rw: 02 Banaran, Playen, Gunungkidul, yogyakarta
DI BAWAH INI ADALAH HASIL RESUME, RANGKUMAN, RINGKASAN MODUL 9, 10, 11, 12 PENGANTAR IILMU KEARSIPAN
ADMINISTRASI ARSIP DAN AKUISISISI
KEGIATAN BELAJAR 1
ADMINISTRASI ARSIP
· Siklus hidup rekod → penerimaan dan/ pembuatan rekod →
penyebaran→penggunaan → penyimpanan sampai pemusnahan dan/ penyimpanan permanen
· Penaksiran rekod yang akan dipilih sebagai arsip ditentukan
dipilih sebagai arsip ditentukan pula oleh nilai informasi yang terkandung
dalam rekod
· Nilai rekod ini terbagi 2 yaitu nilai rujukan dan nilai
penelitian. Perbedaan kedua nilai terletak pada pemakai dan maksud penyimpanan,
buknnya rekod dan isinya
· Penyimpanan arsip :
1. Prinsip provenans→rekod unit kerja tertentu dalam sebuah
instansi/perusahaan dipertahankan sebagai kelompok tersendiri, tidak
diberkaskan menjadi satu rekod sejenis dari unit lain. Misal rekod bagian
produksi tidak dijadikan satu dengan rekod bagian pemasaran, walupun produknya
sama
2. Original order→ mempertahankan rekod dalam sususnan yang
sama dengan sususnan waktu rekod tersebut disususn pada
instansi/perusahaan yang membuat atau menerima rekod
· Tujuan dari kedua prinsip tersebut
adalah:
1. Melestarikan nilai pembuktian/informasi rekod
2. Mengupayakan agar rekod dapat diakses
· Secara historis, terdapat 3
pendekatan pada administrasi arsip, yaitu:
1. Pendekatan intern tidak berstruktur→ memilah rekod
inaktif yang bernilai dan harus dilestarikan serta rekod inaktif yang tidak
memiliki nilai berkesinambungan
2. Pendekatan intern berstruktur → pemilahan dan pemusnahan
rekod inaktif dilakukan sesuai sistem formal yang dikembangkn oleh
instansi/perusahaan bersangkutan
3. Pendekatan ekstern→ memisahkan rekod pada 2 tempat, rekod
aktif disimpan pada instansi/perusahaan yang memilikinya, sedang rekod inaktif
disimpan diluar instansi/perusahaan
- Fungsi Arsip :
1. Sebagai memori perusahaan/perorangan
2. Untuk pembuktian/ligitasi
3. Sesuai dengan ketentuan undang2
4. Sebagai sumber penelitian, khususnya penelitian
sejarah
5. Untuk keselamatan manusia
6. Untuk kepentingan masarakat→rekam medis, kesehatan, cuaca
7. Untuk kepentingan pendidikan dan
hiburan→inspirator
8. Memelihara aktifitas hubungan masyarakat
9. Untuk kepentinagn politik dan keamanan
10. Untuk menelusur silsilah
11. Mempersiapkan sejarah peringatan lembaga /perorangan
12. Memberikan sumbangan dalam pembinaan kepribadian
nasional serta bermanfaat dalam melindungi warga, hak pribadi maupun hak
lainnya
KEGIATAN BELAJAR 2
AKUISISI
· Akuisisi →kata inggris acquisition
artinya proses penambahan koleksi arsip dengan cara menerima materi kearsipan
sebagai sumbangan,transfer, pembalian dan/ pinjaman
· Garis haluan akuisisi menjelaskn
sifat arsip, arsip yang akan diperoleh, batas akuisisi, dan jenis materi
kearsipan yg menjadi perhatian utama
· Garis haluan akuisisi harus mencegah
keputusan yang tidak taat asas/konsisiten, berupaya mengurangi pengambilan
keputusan yang bersifat subyektif.
· Di Indonesia, kegiatan kearsipan
dilakukan oleh: Arsip Nasional beserta Arsip Nasional Wilayah, Departemen,
lembaga non dep, lembaga tinggi negara dan lembaga tertinggi negara, perusahaan .swasta maupun BUMN, pemda melalui
Kantor Arsip Daerah, lembaga swata, peorangan.
· Isi/ unsure garis haluan akuisisi :
1.
Pernyataan umum tentang tujuan dan aktivitas lembaga
2.
Pernyataan tentang kewenangan
3.
Definisis istilah
4.
Penjelasan bagaimana materi diperoleh
5.
Deskripsi fokus akuisisi
6.
Pernyataan tentang prioritas akuisisi masa mendatang
7.
Deskripsi syarat materi kearsipan
8.
Deskripsi tentang tinjauan dan penerimaan atu penolakan
9.
Informasi mengenai orang yang perlu dihubungi menyangkut materi
· Dalam pengambilan keputusan akuisisi
ada pertimbangan umum yang mempengaruhinya antara lain:
1. Masalah sumber daya umum,
2. Pertimbangan format fisik
3. Masalah yang berkaitan dengan penggunaan
4. Masalah pengawasan.
· Factor yang dipertimbangkan dalam
menyususn garis haluan akuisisi ialah :
1. Ketersediaan sumber daya di lembaga
2. Ketersediaan informasi
3. Ketersediaan materi yang berkaitan
4. Pengetahuan arsiparis tentang akuisisi5. Perlu
analisisarsip yang kini dimiliki
5. Perlu analisis arsip yang kini dimiliki
· Strategi akuisisi adl koordinasi
aktivitas berbagai program dg tujuan menghasilkan sejumlah akuisisi
· Astrays dlm kearsipan artinya arsip
yg lenyap dlm sebuah depo, lalu tiba2 muncul di tempat lain→ tersesat
PENERIMAAN, PENATAAN, DAN DESKRIPSI
ARSIP
KEGIATAN BELAJAR 1 PRINSIP DASAR
KEARSIPAN
· Dalam pengolahan rekod menjadi
arsip, depo arsip mengenal 4 prinsip: prinsip provenans, original order, deskripsi
kolektif dan aras kontrol
· Penataan dalam Bahasa Inggris
arrangement, bahasa Belanda ordenen
· Penataan arsip adalah proses
penataan arsip secara fisik berdasar prinsip provenans dan aturan asli
(original order).
· Langkah penataan:
1. Menentukan susunan asli
2. Penataan ulang arsip berdasar sususnan asli sehingga
dapat saja arsip baru diterima dipindah ke box lain, di label dan di rak
· Prinsip provenans pertama kali
dikemukakan skitar tahun 1839 dan 1841 oleh arsiparis Perancis
· Semasa revolusi prancis, arsiparis
prancis mengajukan prinsip respect de fonds yang sebenarnya adalah prinsip
provenans. Fonds berarti keseluruhan rekod, dengan tidak memandang memandang
format maupun medianya, yang secara organis diciptakan dan/ diakumulasikan
serta digunakun oleh seseorang/ badan korporsi, dalam menjalankan aktivitas dan
fungsinya
· Pada tahun 1881, arsiparis Prusia(
kini Jerman) mengajukan prinsip provinienz prinsip yaitu mempertahankan rekod
bedasar lembaga dan menyusun susunan penjajaran berdasarkan eksestensi
registrasi control berkas sebelum berkas rekod diserahkan ke depo arsip.
· Prinsip penataan arsip dikodifikasikan(dibukukan) secara
pasti oleh 3 arsiparis Belanda Samuel Muller, J.A.Feith dan R.Fruin
dlmkarya mereka tahun 1898 yg judulnya Arrangement and Description of Archives.
Judul tersebut merupakan judul terjemahan kedalam bahasa Inggris tahun 1940
serta merupakan dasar bagi karya arsiparis Inggris Hilary Jenkinson yang
berjudul Manual of Archival Administration (1922) serta berdampak pada
arsiparis Amerika
· Provenans merupakan prinsip dasar
bagi kearsipan modern yang artinya rekod tetap dipertahankan susunannya tatkala
rekod ditransfer ke depo arsip. Susunan itu tidak harus sama dengan susunan
kala diciptakan.
· Provenans berarti “arsip yg berasal dari
pencipta rekod tertentu tidak boleh dicampurkan dengan rekod ciptaan orang
lain.
· Pada prinsip provenans,
pengelompokan banyak seri terjadi Karena beberapa sebab, seperti adanya
reorganisasi, penggabungan, sedangkan pada susunan asli, seri rekod terpisah karena
susunanya sama dengan saat digunakan dan pada waktu itu mungkin tidak terjadi
reorganisasi ataupun penggabungan.
· Perbedaan provenans dan susunan
asli→ provenans menekankan pada penciptaan rekod dan aktivitas fungsionalnya,
sedangkan sususnan asli terutama berhubungan dengan pengaturan rekod dan sistem
pemberkasannya
· Dalam teori, susunan asli/original
order tetap dipertahankan bila memenuhi syarat ssebagai berikut:
1.
Bisa
mempertahankan hubungan documenter yang inherent/saling berhubungn
2.
Memberikan
informasi tentang penciptaan dan penggunaan atau aktivitas yang terekam dalam
rekod
3.
Memberikan
tambahan nilai arsip sebagai bukti aktivitas yang tidak bisa
· Aras control(level of control)
→merup cara mengimplementasikan provenans dan sususnan asli dlm manajemen dan
pengolahan rekod.
· Aras control dimulai di AS, Inti
aras control ialah sebagian besar pekerjaan arsip modern mencakup pengelompokan
secara progresif( penegelompokan yg smakin lama smakin besar) serta
mendeskripsikan himpunan rekod berdasar sebuah continuum (memulai dari yang
paling besar ke paling kecil/spesifik) →hierarki
· Deskripsi atau description (inggris)
dan berschrijven (belanda) adalah proses merekam informasi yang dibakukan
menyangkut susunan, isi, dan format arsip sehingga pemakai yang membaca
deskripsi tersebut dapat menentukan apakh arsip tersebut relevan atau tidak
dengan kebutuhannya. →memberlakukan rekod yang diterima oleh depo arsip sebagai
sebuah himpunan, bukan sebagai unit tunggal, melainkan diperlukan secara
kolektif. Deskripsi mulai dengan rekod satuan unit terbesar menuju sub divisi
lebih kecil.
KEGIATAN BELAJAR 2
PENERIMAAN
· Kegiatan penerimaan meliputi
langkah2 yang diambil oleh depo arsip untuk memperoleh control fisik,
administrative, legal dan intelektual atas materi arsip yang baru diperoleh.
Kegiatan yang mendasar ialah transfer pengawasan dari badan korporasi atau
perorangan kepada depo arsip.
· Dalam penerimaan, pengamanan
transfer rekod merupakan syarat pertama, sedangkan informasi tambahan tentang
rekod merup syarat sekunder
· Penerimaan pada semua depo arsip
meliputi 5 aktivitas yg slg berkaitan, antara lain:
1. Persiapan kerja di tempat
2. Transfer fisik, legal, dan administrative
3. Analisis rekod secara fisik
4. Analisis isi
- Pembuatan daftar awal
· Penaksiran→ akuisisi→ perimaan
KEGIATAN BELAJAR 3
PENATAAN
· Ada 2 prinsip penataan yang berlaku
yaitu provenans dan tata susunan asli (original order)
· Penggunaan bagan klasifikasi (spt
DDC, UDC) atas arsip akan menimbulkan kesulitan sebagai berikut:
1.
Menyebabkan konteks arsip dlm kaitannya dengan arsip lain akan hilang karena
sehelai arsip kertas pun memiliki hubungan dengan arsip lain
2.
Sulit menetukan subyek arsip Karena arsip jarang yang hanya memuat satu subyek
saja
3.
Arsiparis sulit meramalkan penggunaan arsip pada masa mendatang karena tidak
mengetahui subyek apa yang diperlukan oleh pemakai
· Akuisisi → penerimaan → penataan→
deskripsi
KEGIATAN BELAJAR 4
DESKRIPSI ARSIP
· Deskripsi adalah representasi yang
tepat dari sebuah unit yang dideskripsikan beserta bagian komponennya, bilamana
ada, dengan proses berupa penerimaan, penyatuan, analisis, dan penataan setiap
informasi untuk membantu mengenali materi kearsipan dan menjelaskan konteks
serta system rekod yang menghasilkan materi kearsipan tersebut.→definisi
diambil dari General International Standard Archival Description/ ISAD(G)
dikeluarkan ol International Council on Archives (ICA) paris
· Alasan perlunya standar deskripsi :
alasan intern karena standardisasi memungkinkan informasi kearsipan dimasukkan
sebagai bagian system terpadu yg mnggambarkn semua koleksi depo arsip. Untuk
alasan ekstern, karena memungkinkan deskripsi yang dilakukan oleh sebuah depo
arsip dimasukkan ke jaringan informasi.
· MARC (perpust) untuk bidang
kearsipan, AS berupaya membentuk USMARC AMC, AMC→Archives, Personal Papers and
Manuscript, diterbitkan SAA
· AACR 2→maka arsiparis
mengembangkannya menjadi Archives, Personal Papers and Manuscript(APPM) terbit
pertama tahun 1983, edisi keduanya tahun 1989, dg tujuan APPM →memenafsirkan
dan menyesuaikan peraturan AACR 2 sehingga arsiparis dapat mendeskripsikan
materi arsip, seperti aspek yg ada
· Organisasi kearsipan international:
International Council on Archives (ICA) yang berpusat di paris memutuskan
menyususn pedoman deskripsi yang dapat digunakan di semua Negara, yaitu
ISAD(G): general international standard archival description, terbit pertama
tahun 1994, direvisi tahun 2000
· Bundel→ unit penyimpanan yg terdiri
dari sejumlah dokumen terpisah atau dokumen individu, dapat berkaitan dapat pula
tidak berkaitan dengan funsi maupun isi dokumen, biasanya diikat dengan tali
· Stuk atau stuken memiliki bbrp makna
dalam bahasa Belanda, ada 2: afgewaald stuk (dokumen yang tidak berada di
tangan pemilik sah) dan uitgaand stuk (korespondensi yang dikirim oleh sebuah
instansi, lembaga atau organisasi), stuk sama artinya dg dokumen
· Dossier=files adalah unit dokumen yg
tertata dalam satu kelompok dengan maksud akan digunakan atau akan disimpan
· Unit cantuman dibagi lagi menjadi:
a. Kelompok cantuman kearsipan dan sub kelompok cantuman→
disusun menurut organisasi bahan, bukan berdasar fungsi maupun asal usulnya
b. Koleksi ialah unit fisik yang besar yang disusun dalam
sebuah depo manuscript
c. Seri dan subseri, yaitu unit fisik dalam grup kearsipan
atau koleksi manuscript, yang disusun menurut fungsinya, bukan menurut
organisasi atau asalnya
d. Item adalah unit fisik terkecil yang terdapat pada sebuah
seri, bisa berupa dokumen tunggal atau dokumen jamak yang dijadikan satu
e. Piece atau lembar, yaitu selembar kertas
f. File (s) → 1. Unit yg teratur dari dokumen,
dikelompokkan bersama-sama. 2. Dua rekaman/records atau lebih yang punya
karakter sama yang diberlakukan sebagai satu unit
g. Record (s)
h. Document →1. Kombinasi sebuah medium dan informasi yg
terekam di dalamnya 2. Sebuah item (maujud) manu script, rekaman, single
archives (arsip tunggal)
· Komponen ISAD (G) terbagi atas 7
daerah utama: 1. Pernyataan identitas 2. Konteks tempat/asal usul 3.
Struktur dan isi 4. Syarat akses dan penggunaan tempat 5. Material
berkaitan dengan tempat 6.catatan 7. Control deskripsi
· ISAD (G) menggunakan pendekatan
hierarkis yang dimulai dari fonds dan berakhir den nga item
· Fond adl keseluruhan rekod, dg tdk
memandang bentuk maupun medianya
· Sub fond adl sebuah sub divisi fond
berisi batang tubuh rekod yg saling berkaitan yg berhubungan dg subdivisi
administrative
· Seri adalah dokumen yang disusun
menurut system pemberkasan tertentu atau diperlakukan sebagai sebuah unit
· File adalah sebuah unit dokumen yang
tertata dikelompokkan bersama-sama oleh pemakainya dalam prosoes penataan
kearsipan
· Item adalah unit kearsipan terkecil,
scara intelektual tak terbagikan. Missal sepucuk surat, memo, laporan, foto,
rekaman suara
JASA RUJUKAN, AKSES, DAN FINDING
AIDS
KEGIATAN BELAJAR 1
JASA RUJUKAN
· Akses artinya ketentuan dan
syaratketersediaan arsip atau informasi yang terdapat di sebuah depo arsip bagi
pemakai
· Jasa rujukan adalah sebutan umum
bagi fasilitas dan jasa yang memungkinkan pemakai menggunakan arsip apabila
akses terhad materi tersebut telah disetujui
· Untuk melayani keperluan tersebut,
arsipars bertugas mengidentifikasi, memilih, dan membaca arsip, mengusahakan
suasana agar lingkungan tempat arsiparis bekerja sesuai dengan kepentingan
pemakai, menyediakan jasa reprografi guna memperoleh kopi arsip
· Dalam pengumpulan arsip, garis
haluan mengenai akses ke materi kearsipan biasanya menggunakan basis koleksi
demi koleksi artinya ketersediaan dan keterbukaan koleksi kearsipan tergantung
pada kesepakatan antara donor atau depositor dan arsip pada waktu terjadi
penyerahan arsip
· Garis haluan akses, factor yang
dipertimbangkan:
1. Perundang-undangan yang relevan
2. Kepekaan atau kerahasiaan arsip
3. Perlindungan hak pribadi/privacy
4. Pembatasan yang diberikan oleh
depositor arsip
5. Pemakai
6. Prinsip persamaan akses
7. Tingkat akses
8. Tingkat control koleksi arsip
9. Control fisik atas arsip
10. Pengamanan arsip
· Administrasi akses ke arsip perlu
disusun formulir akses. Perlu disusun rancang bangu formulir permohonan arsip,
penting karena dokumen ini merupakan dokumen tersendiri yang bermaknawi,
ditandatangani oleh pemakai dan arsiparis untuk menunjukkan bahwa kedua belah
pihak sadar akan tanggung jawab terhadap arsip yang tersedia
· Hak cipta adalah hak yang diberikan
kepada pencipta karya sastra, music, drama, atau artistic untuk membuat dan
menggandakannya→berkaitan dengan UU hak cipta tahun 1992
· Rujukan artinya sujumlah aktivitas
yang mencakup penyediaan informasi dari atau tentang arsip, missal menyediakan
arsip yang tersedia untuk akses dan fotokopi/reprod
· Akses terhadap materi arsip yang
berada di sebuah depo dapat dilayani dlm bentuk jasa public. Adapun jasa arsip
bagi public terbagi atas 5 cara:
1. Jasa informasi →jasa memberikan
informasi koleksi arsip bagi pemakai
2. Jasa fisik → bisa dengan finding
aids
3. Jasa dokumen→ jasa peminjaman
arsip kpd depo alin, bkn kpd perorangan
4. Jasa pameran
5. Publikasi
KEGIATAN BELAJAR 2
FINDING AIDS (ALAT BANTU TEMU)
· Finding aids, artinya media
deskriptif (seperti register, panduan, inventaris, indeks) yang mengarahkan
pemakai seacra fisik dan intelektual terhadap arsip serta memungkinkan untuk
menemu balik rekod atau informasi dari arsip tersebut dapat berupa katalog,
panduan, inventaris, kalender, daftar, indeks/dokumen sejenis, dalam berbagai
bentuk
· Finding aids membantu menyajikan
informasi deskripsi, susunan, pandangan structural dalam berbagai cara,
menambahnya dengan informasi tambahan dan indeks guna menolong pemakai
menemukan rekod
· Scra fisik finding aids terdiri
berbagi format, seperti pamplet,buku,folder lepas, sedang dari segi materi
berupa cakram optic, microfilm, indeks kartu dan pankalan data
· Informasi ttg rekod serta pencipta
yg menghasilkan rekod yg dibuat dlm proses dokumentasi merupakan inti sisten
finding aids
· Tujuan finding aids :
1.
Memberikan informasi mengenai seluruh arsip yg ada di depo arsip.
2.
Menyediakan informasi yg mungkin diperlukan bagi arsip
3.menyajikan
informasi khusus ttg koleksi yg khas
4.Memudahkan
penggunaan arsip& mengungkapkan kemaknawian serta isinya
5.
Mengupayakan siap akses
· Jenis2 finding aids →menjadi 7
kategori sebagai berikut:
1.
Panduan umum
2.
Panduan ke finding aids
3.
Panduan ringkasan (summary guides)
4.
Inventaris instansi, seri atau butir (item)
5.
Rekod kendali yang diciptakan oleh pencipta rekod
6.
Indeks dan senarai khusus (finding aids subyek)
7.
Finding aids suplemen
· Panduan umum bertujuan membrikan
informasi ringkas mengenai berbagai depo beserta koleksinya, dibuat pada
tingkat local, regional, nasional maupun internasional
· Panduan ke finding aids
→memperkenalkan pemakai pada lembaga atau depo khusus beserta finding aidsnya.
Tujuan : sebagai orientasi langsung di tempat mengenai arsip
· Panduan ringkasan dibuat apabila
koleksi bertambah besar dan semakin bervariasi., memperkenalkan kepada pembaca
koleksi tentang haluan akuisisi, ruang lingkup kol
· Inventaris arsip adalah finding aids
arsip yang mendaftar dan mendeskripsikan isi grup, fonds, klas, atau seri
arsip, biasanya meliputi sejarah ringkas, fungsi, kdg ad indeks
· Inventaris arsip terbagi atas 2
kelompok: inventaris deskriptif (berisi halaman judul, daftar isi, catatan
penyusun, penjelasan tentang rekod, sejarah administrasi, dan deskripsi
seri) dan inventaris terkait
· Indeks dan senarai (daftar) khusus
merpakan unsure system temu balik yang membantu pemakai mencari padanan antara
pertanyaan mengenai subyek tertentu dengan inventaris berbasis struktur yang
dibuat arsiparis. Mencakup:
1.
indeks subyek dan judul
2.
Indeks fungsional
3.
Senarai kronologis
4.
Panduan media
· Indeks sungsang (inverted file)
yaitu indeks yang dibuat dengan cara memilih istilah dari entri yang ada pada
computer
· Untuk mengatasi masalah sinonim maka
system komputr menggunakn Thesaurus adalah daftar istilah yang menunjukkan hubungan
hierarkis antara masing-masing istilah
· Computer tidak selalu menghasilkan
pengindeksan yang baik karena pada komptr berlaku garbage in garbage out = bila
data yang dimasukkan buruk maka data yang kluar juga buruk
ARSIPARIS SEBAGAI TENAGA PROFESIONAL
DAN KODE ETIK PROFESI
KEGIATAN BELAJAR 1
PROFESI ARSIPARIS
Profesi merupakan pekerjaan yang memenuhi
syarat tertentu serta memiliki pengertian khusus. Frofess artinya adalah
mengakui atau pengakuan.
· Flexnerr mengemukakan 6 syarat untuk
dapat disebut profesi :
1. Merupakan pekerjaan
intelektual
2. Merupakan pekerjaan yang berilmu
pengetahuan dalam arti luas
3. Merupakan pekerjaan praktis
4. Memiliki standar pelaksanaan serta
tolok ukur keberhasilan
5. Berorientasi kepada jasa
6. Memiliki kode etik yang berlaku utk
kalangan sndiri
· Ciri profesi → Rubin (1999) :
1. Memiliki batang tubuh pengetahuan
teoritis yang cukup sebagai pembentuk fondasi intelektual
2. Memberikan otonomi kepada
anggotanya
3. Adanya control terhadap anggotanya→pemberian
ijin dan kode etik
4. Memiliki tujuan
5. Memiliki monopoli atas praktik
profesi
6. Punya asosiasi profesi
KEGIATAN BELAJAR 2
KODE ETIK PROFESI ARSIPARIS
A. ETIKA SOSIAL
Etika
social merupakan filsafat atau pemikiran kritis rasional tentang kewajiban dan
tanggung jawab manusian sebagai anggota umat manusia.
B. ETIKA DAN ETIKET
Atika
berarti moral sedangkan etikat adalah merupakan sopan santun.
Persamaan
antara Etika dan Etiket antara lain:
1. Etika dan etiket menyangkut perilaku
manusia
2. Etika dan etiket mengatur perilaku
manusia secara normative.
perbedaan
antara Etika dan Etiket antara lain:
1. Etiket menyangkut cara manusia
melakukan perbuatan, sedangkan etika memberi norma tentang perbuatanitu
sendiri, apakah boleh dilakukan atau tidak.
2. Etiket hanya berlaku untuk pergaulan
selama ada manusia lain.
3. Etiket bersifat relative artinya
hanya berlaku dalam suatu lingkungan atau kebudayaan tertentu.
4. Etiket memandang dari segi lahirnya
saja, sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam atau batiniah.
C. ETIKA PROFESI
Etika
profesi merupakan sebuah suatu norma yang memiliki beberapa makna.
Tiga
masalah yang berkaitan dengan norma Etika Profesional diantaranya adalah :
1. Bagaimana pembenaran norma itu
2. Bagaimana kaitan norma profesi
dengan norma professional
3. Norma jenis apa yang ada.
D. RELATIVISME ETIK
Relativisme
etik merupakan suatu pandangan bahwa norma atau nilai yang sama-sama
membenarkan.
E. NORMA
Norma
professional terdiri atas berbagai jenis antara lain:
1. Kewajiban
2. Standar kebijakan dan kejahatan
3. Prinsip tanggung jawab
4. Sebuah profesi sebagai keseluruhan
5. Professional individual
6. Ketentuan
tugas
7. Hal
yang diperbolehkan.
F. KODE
ETIK
Dua syarat kode etik agar berfungsi
sebagaimana mestinya antara lain adalah:
1. Kode
etik itu di buat sendiri oleh profesi yang bersangkutan
2. Kode
etik itu di buat sendiri oleh bukan profesi yang bersangkutan tidak akan
efektif Karena tidak di jiwai oleh cita-cita dan nilai yang hidup di kalangan
profesi itu.
G. KODE
ETIK ARSIPARIS
Kode etik merupakan salah satu
persyaratan keberadaan sebuah profesi. Sedangkan Arsiparis merupakan sebuah
profesi.
Demikian sedikit ringkasan dari kami Semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.
ConversionConversion EmoticonEmoticon