16 Wisata Edukasi di Yogyakarta
Kota Yogyakarta sebagai kota pelajar sangatlah tepat, ini dbuktikan
dengan banyaknya minat belajar di Yogyakarta. Seain itu kota ini juga
di kenal dengan kota budaya dan juga peranan Yogyakarta dalam perjuangan
kemerdekaan bangsa sangatlah besar. Dan masih banyak julukan bagi kota
Yogyakarta ini. Di yogyakatra sangat banyak tempat tempat yang mendukung
pembelajaran tersebut, berikut kami sajikan beberapa tempat yang dapat
membantu anda untuk berwisata sekaligus belajar dan mengenal kota
Yogyakarta :

Merupakan
bukti perjuangan P. Diponegoro melawan penjajah pada tahun 1825 s/d
1830. Museum sendiri mempunyai koleksi 100 buah, berupa berbagai senjata
para laskar pangeran Diponegoro, juga alat rumah tangga buatan tahun
1700-an yang terbuat dari kuningan. Bahkan 2 senjata keramat juga
tersimpan di tempat ini yaitu Keris dengan lekukan 21 buah yang dinamai
Kyai Omyang batan empu jaman Majapahit dan pedang dari Demak. Sedangkan
di Pendopo terdapat seperangkat alat Gamelan yang merupakan milik
Hamengku Buwono II buatan tahun 1752
Museum ini buka setiap Senin s/d Sabtu pukul 08.00 WIB s/d 13.00 WIB,
tiket masuk sukarela, alamat tepatnya berada di Jl. HOS. Cokroaminoto,
Tegalrejo TR III/430 Yogyakarta

Museum
Affandi berada di Jalan Solo no. 167, Tepatnya ditepi sungai gajah
wong, Yogyakarta. Di Museum Affandi ini mempunyai 300 koleksi lukisan
yang merupakan karya Affandi sendiri. Lukisan Affandi beraliran abstrak
dan Affandi sendiri merupakan seniman jempolan yang mempunyai andil
besar dalam perkembangan seni rupa di Indonesia, Affandi tergabung
dalam kelompok lima lukis Bandung, dengan dia sebagai pemimpinnya,
sebuah kelompok yang bergerak untuk belajar dan bekerjasama bersama
membantu sesama pelukis. Lukisan Affandi sendiri terkenal sampai seluruh
dunia, mulai dari Eropa, Asia, Afrika dan Amerika. Hasil dari bakat
alaminya sekarang bisa anda lihat dan pelajari semuanya di museum
Affandi yang dulunya merupakan tempat tinggalnya semasa hidupnya.

Taman
Pintar Yogyakarta merupakan obyek wisata pendidikan keluarga, yang
menawarkan fasilitas wahana dari usia pra sekolah sampai usia sekolah
menengah keatas. Mulai dari PlayGround, Gedung PAUD, Gedung Oval, Gedung
kotak dan Gedumg Memorabilia. Pada masing – masing gedung terdapat
wahana pembelajaran yang berbeda- beda, dari Wahana Indonesiaku , Taman
bermain, titian sains, titian penemuan, petualangan lingkungan,
penjelajahan kecil, jembatan sains , Teknologi canggih dan Teknologi
populer. Taman ini juga ingin mewujudkan moto yang diambil dari filosofi
Ki hajar Dewantara, memahami dan mengingat( niteni), Menirukan
(Nirokake) dan Mengembangkan ( nambahi).

Museum
Dewantara ini merupakan media yang menceritakan kehidupan Ki Hajar
Dewantara, Bisa diartikan museum ini sebagai Biografi Beliau, namun
tidak dalam bentuk buku atau pun tulisan diatas kertas, tapi melalui
foto dan barang – barang yang dipajang dimuseum ini. Dimuseum ini anda
akan melihat koleksi buku- buku Ki Hajar Dewantara yang tertata rapi di
rak kayu. Selain itu anda akan menemukan karya yang fenomenal, seperti
buku yang berjudul “Aik Ik eens Nederlander was” yang artinya Andai Aku
Orang Belanda dan “Een Voor Allen maar Ook Allen Voor een” yang artinya
satu untuk semua, semua untuk satu. Ada juga karya yang berisi Tangga
Nada Jawa dalam musik Gamelan. Berbagai perlengkapan kerja yang
digunakan Ki Hajar Dewantara seperti meja kerja dan kursinya juga masih
tertata rapi dimuseum ini. Di harapkan dari museum ini anda bisa
memahami dan mengerti Pendidikan, agar perjuangan Ki Hajar Dewantara
tidak sia- sia .

Satu-satunya
museum yang menyimpan beberapa Koleksi sekaligus adalah Museum
Sonobudoyo, hampir ada 10 jenis koleksi museum ini yakni, Koleksi
Geologi,, Arkeologi,BIologi, Etnografi, Historika Numismatika,
Filologika, Keramologika, senirupa dan teknologi. Museum ini terbagi
menjadi 2 unit yakni unit satu terletak Jl. Trikora No. 6 yakni
disebelah utara Alun- alun utara dan unit 2 berada di ndalem
condrokiranan wijilan. Museum ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku
Buwono VII pada tahun 1935, setalah melalui proses yang panjang.
Sedangkan pengagas Museum ini adalah sebuah yayasan yang bergerak dalam
bidangKebudayaan Jaawa, Bali, dan Lombok yang bernama Java Institut

Museum bahari Yogyakarta berada di jalan RE Martadinata no.69 , Wirobrajan, Yogyakarta.
Museum bahari Yogyakarta
diprakarsai oleh Bapak Laksamana TNi Yosafat Didik Heru Purnomo karena
kecintannya terhadap laut, beliau prihatin kepada generasi muda yang
sedikit tahu tentang wawasan kelautan, demi itu semua beliau rela
rumahanya sendiri diberikan untuk museum bahari ini, beliau berharap
dengan adanya museum ini generasi muda lebih tertarik dan bisa belajar
banyak tentang kelautan. Bagi anda yang sedang belibur di kota
Yogyakarta inilah tempat yang harus anda kunjungi untuk menunjukan
kepedulian terhadap laut, karena dimuseum ini anda bisa mendapatkan
banyak hal tentang kelautan lengkap dengan pengetahuan koleksi yang bisa
anda jadikan pengetahuan baru tentang kelautan.

Museum
TNI Angkatan Darat, Dharma Wiratama yang terletak di Jl. Jend. Sudirman
No. 75 Yogyakarta, merupakan bagian dari Dinas Sejarah Angkatan Darat
dari hasil validasi dari Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat pada
tanggal 5 Nopember 2008.Perintisan ini dimulai sejak tahun 1956 oleh
Disjarahad yang dulunya bernama SMAD (Sejarah Militer Angkatan Darat).
Museum ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada generasi penerus
tentang sejarah TNI AD dan mewariskan nilai nilai perjuangan para
pahlawan bangsa.Sejarah berdirinya museum ini merupakan rangkaian dari
kerja dari biro museum yang dibentuk dalam lingkungan SMAD

Lokasi
Museum berada di Jl. Kolonel Sugiyono komplek Landasan Udara
Adisutjipto Yogyakarta, 10 km kearah timur dari pusat kota atau sebelah
timur jembatan laying janti. Museum ini lebih dikenal dengan nama Museum
Dirgantara. Museum ini menempati area seluas kurang lebih 5 Ha dengan
luas bangunan sebesar 7.600 m2. Museum ini merupakan museum terbesar dan
paling lengkap koleksinya yang mengiungkap sejarah keberadaan TNI AU di
Indonesia.
Museum ini awal mulanya berada di Markas Komando Udara V, di Jl.
Tanah Abang Bukit Jakarta dan telah diresmikan pada tanggal 4 April
1969 oleh Panglima Angkatan Udara Roesmin Noerjadin, namun menilik
Yogyakarta mempunyai peranan begitu penting terhadap perkembangan TNI AU
terlebih menjadi pusat latihan bagi para taruna Akademi Udara atau
kawah candradimuka maka Museum Pusat TNI AU ini dipindahkan ke
Yogyakarta digabung dengan Museum Ksatrian AAU (Akadewmi Angkatan
Udara). Dan pada tanggal 29 juni 1978 bertepatan dengan Peringatan Hari
Bhakti TNI AU Museum ini diresmikan oleh Marsekal Ashadi Tjahjadi
menjadi Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.

Museum
geoteknologi mineral terletak di Jalan Babarsari no.2, Yogyakarta.
Museum ini diresmikan pada tanggal 21 Februari 1988 oleh Menhankam RI
Jendral (purn) Poniman. Dimana sebagian koleksinya merupakan buah
tangan dari Dosen- dosen UPN yang diharuskan membawa buah tangan setiap
pulang dari lapangan darimanapun berada. Museum geoteknologi sangat
menarik untuk dikunjungi karena barang koleksinya yang cukup
menakjubkan. Jadikan museum geoteknologi ini sebagai media untuk
pembelajaran anda dalam ilmu kebumian, geologi, pertambangan, fosil,
aktivitas gunung merapi, aktivitas kegempaan, gambar dan replika
kerangka, semua itu bisa anda dapatkan dimuseum ini. Museum geoteknologi
mineral ini dibagi menjadi tiga ruangan, masing- masing ruangan
memiliki cerita yang berbeda – beda dalam koleksinya

Museum
perjuangan yogyakarta terletak di jalan Kolonel Sugiyono no. 24, museum
yang menyimpan kenangan bangsa- bangsa Indonesia mulai dari senjata
yang dahulu digunakan untuk perang sampai replika pejuang- pejuang
bangsa ini. museum yang didirikan pada tahun 20 Mei 1985 dan diprakarsai
oleh Sri Sultan Hamengku buwono IX bertujuan untuk mengingatkan kepada
generasi penerus agar selalu ingat kepada sejarah, semangat dan
perjuangan bangsa ini. namun sayang sekali museum ini masih sepi
pengunjung, hanya waktu libur banyak wisatawan yang datang ke museum
ini. Jadikan museum perjuangan ini sebagai media untuk mendidik anak –
anak anda agar tahu dan tidak lupa perjuangan bangsa Indonesia.

Museum
Biologi UGM terletak di Jalan Sultan Agung no. 22, Kecamtan Mergangsan,
Yogyakarta. Museum ini dibangun dan didirikan sebagai media
pembelajaran alam dengan kurang lebih sudah mencapai koleksi 4.000
spesies. Terdiri dari spesimen hewan dan tumbuhan dalam bentuk awetan
kering dan basah, serta fosil yang terdapat dari berbagai daerah
diIndonesia dan beberapa dari luar Negeri. Museum ini dikelola oleh
Falkutas Biologi UGM dan diresmikan pada tahun 1969, sebagai media
pembelajaran untuk dosen , guru, pelajar , mahasiswa dan umum. Museum
yang mengkhususkan pada koleksi flora dan fauna yang diawetkan,
menjadikan museum ini merupakan satu- satunya di Yogyakarta bahkan di
Indonesia yang menyajikan dan menampilkan koleksi seperti ini. Museum
ini dibagi menjadi delapan ruangan dengan setiap ruangan mempunyai
koleksi dan keistimewannya yang berbeda- beda.

Museum
Pendidikan Indonesia berada di berada di kompleks Universitas Negeri
Yogyakarta, di jalan Colombo no. 1, Karangmalang, Depok, Sleman
Yogyakarta. Untuk menuju ketempat ini, anda bisa menggunakan bus umum
dari terminal Giwangan dengan bus jalur 7, untuk Transjogja jalur 1B,
sedangkan kalau dari arah Terminal Jombor, untuk Transjoga jalur 2A dan
2B, serta angkutan umum yang melewati jalan Gejayan dan jalan Colombo.
Museum ini didirikan bertujuan sebagai sumber pendidikan dan wisata
edukatif, Anda bisa berwisata sambil belajar. Museum Pendidikan
Indonesia di resmikan oleh Gubernur Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X
pada tahun 2008. Anda akan dimanjakan dengan berbagai koleksi yang
menggambarkan pendidikan Indonesia, juga berbagai alat dan bahan
pendidikan yang yang berkembang dari tahun- ketahun. Museum ini terdiri
dari 4 ruang utama, dengan disetiap ruanganya menceritakan hal- hal
yang berbeda.

Museum
ini merupakan sebuah biografi beliau sejak masa kecil di Purwokerto
sampai wafat dan dimakamkan di makam pahlawan semaki, Yogyakarta. Rumah
yang sebelumnya menjadi museum Pusat TNI AD ini diresmikan menjadi
Museum Sasmitaloka Pangsar Sudirman pada Tanggal 30 Agustus 1982, dengan
mempunyai 14 ruangan, yang disetiap ruangannya adalah cerita yang
disusun secara kronologis tentang kehidupan dan perjuangan beliau. Anda
akan mendapatkan pelajaran banyak tentang Jendral Sudirman dimuseum ini
lengkap dengan benda – benda peninggalan beliau.

Museum
ini sendiri didirikan oleh Rudi Corens yang merupakan seniman keturunan
Belgia. Rudi Coren mendirikan museum ini karena keprihatinannya karena
masyarakat Indonesia yang melupakan budaya sendiri, khususnya terhadap
permainan tradisional asli Indonesia, dan akhirnya pada tanggal 2
Februari 2008 museum ini diresmikan. Museum ini juga bertujuan sebagai
media pembelajaran bagi anak- anak agar lebih mengerti tentang budaya
Indonesia sendiri. Bagi anda yang sedang datang berwisata ke Yogyakarta
tidak ada salahnya mengajak putra dan putri anda untuk datang kemuseum
anak kolong tangga, anak- anak anda akan dimanjakan dengan berbagai
koleksi mainan tradisional asli Indonesia dan berbagai macam komik,
poster dan koleksi lainnya yang berasal dari lima benua.

Benteng
Vredeburg terletak di Jl. A Yani No. 6, persis didepan Gedung Agung
atau utara titik nol kilometer. Bangunan ini dibangun oleh Sri Sultan
Hamengku Buwono I pada tahun 1760, atas permintaan pemerintahan Belanda
yakni, Nicolas Harting. Bangunan mulanya hanya sebuah benteng yang
berbentuk bujur sangkar dengan tiap sudutnya memiliki tempat penjagaan
disebut seleka atau Bastion. Keempat sudut tersebut di beri nama untuk
masing-masing arahnya. Untuk Bastion yang berada di sudut barat laut
dinamai Jayawisesa, Sudut timur laut diberi nama Jayapurusa, Sudut bara
daya diberi nama Jayaprakosaningprang dan sudut tenggara diberi nama
Jayaprayitna.

Keberadaan
monument ini sendiri merupakan bentuk penghargaan terhadap para pejuang
yang merebut kembali Yogyakarta dari tangan penjajah yang berujung pada
penarikan tentara Belanda pada 29 Juni 1949 serta sebagi pengingat
sejarah kembali Presiden Soekarno dan wakilnya Mohhamad Hatta dan
petinggi Negara lainnya ke Yogyakarta pada tanggal 6 Juli 1949.
Monumen ini dibangun segaris dengan sumbu imajiner, yakni Merapi,
Tugu, Keraton dan Parangtritis, lokasi tepatnya di dusun Jongkang,
Kelurahan Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, dipinggir
Jalan Lingkar Utara (Ringroad utara).
http://yogyakarta.panduanwisata.com/wisata-sejarah-2/wisata-edukasi-yang-dapat-anda-kunjungi-di-yogyakarta/
Terima Kasih Sudah Mau berkunjung di Website Jadul kami, Semoga dapat Bermanfaat bagi kalian semua, Salam Mbah Man Jm 354 Gunungkidul.
ConversionConversion EmoticonEmoticon