
Program
teknologi informasi di bidang perpustakaan, telah berkembang melalui
beberapa tahapan yang sejalan dengan perkembangan teknologi informasi.
Perkembangan teknologi ternyata sangat berpengaruh terhadap konsep
otomasi perpustakaan. Kalau pada awal kegiatan perpustakaan secara
terpisah, perkembangan selanjutnya dicoba suatu konsepsi pengembangan
sistem secara terpadu. Bambang Setiarso (1997), berpendapat bahwa ada
tiga fungsi utama dengan adanya sistem terpadu pada perpustakaan yaitu,
pengadaan bahan pustaka /informasi, pengolahan informasi yang didapat ,
dan layanan informasi berupa sajian yang layak dipakai. Selanjutnya
ketiga fungsi tersebut diatas perlu ditunjang atau didukung oleh
administrasi, secara teknis dan penelitian/ pangembangan yang mantap.
Dari
batasan tersebut di atas penulis, menguraikan kegiatan-kegiatan yang
sangat perlu diotomatisasikan dalam pengelolaan perpustakaan:
a. Akuisisi
Bagian
pengadaan di perpustakaan sering disebut akuisisi termasuk bagian
seleksi bahan pustaka. Namun dalam otomasi perpustakaan. Kegiatannya
hanya memberikan informasi pertimbangan pengadaan bahan pustaka yang
dibutuhkan oleh pengguna perpustakaan, baik dari hasil kegiatan
verifikasi deskripsi bahan pustaka yang sudah ada maupun yang belum ada
atau akan dipesan. Menurut Muh. Najib (1993), dalam Boss dan Maecum,
menyatakan bahwa sistem pengadaan bahan pustaka dengan menggunakan
komputer yang ideal meliputi sebagai berikut :
1. Mampu mengetahui bahan-bahan yang sudah ada di perpustakaan sehingga mudah memesan ;
2. Memungkinkan pustakawan dalam memesan tambahan bahan pustaka bila masih di perlukan ;
3. Mampu mengetahui keadaan penjual dan penyalur buku ;
4. Mudah menentukan apakah materi tertentu yang dipesan sudah tidak terbit lagi atau belum terbit.
5. Memudahkan Pustakawan memesan langsung ke penjual buku lewat
komputer dan mengatur perincian biayanya ;
6. Memungkinkan bahan yang dipesan bila tersedia di kirim oleh penjual buku dalam jangka waktu 24 jam ;
7. Memungkinkan untuk mengetahui judul-judul penting yang tersedia di database sehingga bisa digunakan untuk menyeleksi buku, dll.
b. Pengolahan
Kegiatan pegolahan yang dimaksud adalah kegiatan rutin/pokok pegolahan
Bahan pustaka yakni, penetapan nomor klasifikasi dan pembuatan deskripsi data bibiografis bahan pustaka yang lazim disebut katalogisasi.
Fungsi
kegiatan klasifikasi bahan pustaka dalam sistem otomasi perpustakaan
adalah untuk menyeragamkan nomor-nomor klas buku yang sudah ada di dalam
pangkalan data (T082). Sedangkan kegiatan katalogisasi bahan pustaka
yang baru diolah dalam pangkalan data, harus terlebih dahulu dibuatkan
deskripsinya baik melalui worksheet manual maupun langsung pada lembar
kerja sistem yang ada di pangkalan data komputer server. (T020-T999)
c. Sirkulasi
Untuk kegiatan sirkulasi merupakan keluar dan masuknya bahan pustaka atau
dengan
kata lain peminjaman, pengembalian , denda, tagihan, dan pendaftaran
anggota perpustakaan secara terintegrasi secara cepat. Di samping
kecepatan transaksi peminjaman dan pengembalian buku, komputer dapat
membantu pustakawan pada bagian sirkulasi dalam hal-hal sbb :
1) Menentukan judul buku yang tersedia dan dimana lokasi buku tersebut di simpang ;
2) Menentukan apakah seseorang pengguna dapat meminjam atau tidak ;
3) Menyiapkan surat peringatan pada peminjam buku-buku yang sudah melampaui batas-batas pengembaliannya ;
4) Memungkinkan seseorang pengguna dapat memesan bahan pustaka tertentu yang sedang tidak berada di perpustakaan ;
5) Dapat menghitung denda apabila seseorang terlambat mengembalikan buku ;
d. Statistik
Kata
statistik mempunyai dua macam pengertian, yakni dalam arti luas dan
dalam arti sempit. Dalam pengertin luas adalah cara-cara ilmiah yang
dipersiapkan untuk mengumpulkan, menyusun, menyajikan, dan menganalisa,
data penyelidikan yang berwujud angka-angka. Dalam pengertian sempit
adalah cara menunjukkan semua kenyataan yang berwujud angka-angka
tertentu suatu kejadian atau gejala tertentu. Lebih jauh statistik
diharapkan dapat menyediakan dasar-dasar yang dapat
dipertanggungjawabkan untuk menarik
kesimpulan yang benar dan untuk mengambil keputusan yang layak.
Statistik perpustakaan dalam otomasi adalah pengetahuan tentang cara
mengelola data yang berupa angka-angka, table, grafik, mengenai berbagai
hal yang berhubungan dengan keadaan terutama kondisi aktivitas
pengolahan bahan pustaka dan pelayanan sirkulasi.
e. Penulusuran Informasi
Penulusuran informasi dengan istilah asing, information retrieval, search information, seeling information.
Paulina Atherton (1986), mengemukakan bahwa penemuan kembali informasi
adalah suatu operasi dimana butir-butir dipilih dari suatu koleksi,
tidak hanya katalog perpustakaan, tetapi juga indeks atau bibliografi.
Proses penumuan kembali berulang-ulang pada setiap penelusuran
informasi. Sementara H.S. Lasa (1997) dalam kamus istilah perpustakaan,
memberikan batasan penemuan kembali informasi sebagai proses pencarian
kembali informasi yang disimpang suatu perpustakaan.
Penelusuran
informasi di dalam sistem jaringan otomasi yang dimaksud adalah
pencarian an penemuan informasi melalui catalog yang terpasang pada
computer serves atau melalui webbrowsher internet.
f. Jaringan Kerjasama Informasi
Kerjasama
ini bisa diartikan dengan kerjasama antara dua atau lebih organisasi
(dalam hal ini perpustakaan) untuk mengadakan layanan perpustakaan
bersama untuk keperluan bersama dengan menggunakan falitas komputer yang
ditunjang oleh tersedianya data base bibliografi bahan pustaka yang
dipakai bersama. Jaringan kerjasam informasi yang dimaksud adalah
layanan silang informasi khususnya deskripsi data bibliografi bahan
pustaka yang dimiliki masing-masing perpustakaan baik yang sudah diolah
dalam bentuk CD ROM (Off Line), maupun dalam bentuk Katalog Online di
Internet dengan memiliki metadata format data base yang sama.
ConversionConversion EmoticonEmoticon