Perbedaan antara otomasi kearsipan dengan arsip elektronik.
pada dasarnya, dua hla tersebut sama-sama berbasisikn elektroik/digital, namun otomasi kearsipan adalah sistem yang mengautomasi sebuah sub sistem dengan perangkat lunak yang menggunakan bahasa pemograman dan outputnya adalah sebuah database.
sedangkan untuk arsip elektronik
adalah arsip yang di digitalkan, arsip ini berjalan pada otomasi yang
diciptakan. jadi otomasi kerasipan adalah sistemnya sedangkan arsip
elektronik adalah objek yang digitalkan atau objek yang dijalankan untuk
memenuhi kriteria penemuan informasi secara cepat menggunakan
elektronik.
Jelaskan tentang sistem pengelolaan arsip elektronik!
Proses Penciptaan Arsip Elektronik
Proses penciptaan arsip dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :
1). Penciptaan secara elektronik atau otomasi.
Penciptaan
secara elektronik atau otomasi adalah menciptakan arsip elektronik
dengan menggunakan alat yang bersifat elektronik, seperti camera
digital, perekam suara, perekam video dan khususnya komputer.
2). Penciptaan arsip dengan cara transformasi digital.
Proses
penciptaan arsip dengan transformasi digital sering disebut proses
digitalisasi, dimana digitalisasi mempunyai arti secara umum adalah
proses penciptaan arsip elektronik dari arsip konvensional dengan tujuan
untuk melindungi arsip konvensional dari kerusakan secara fisik[1].
Proses
ini memerlukan beberapa tahapan, yang masing-masing tahap akan memiliki
aturan-aturan yang harus dipatuhi, untuk menjaga keotentikan arsip
elektronik yang dihasilkan. Selain melalui beberapa tahapan, proses
penciptaan arsip elektronik memerlukan peralatan yang handal dan ruang
simpan yang besar.
Proses penciptaan arsip konvensional ke arsip elektronik melalui beberapa tahapan berikut[2] :
1). Tahap Pemilihan
Dalam
tahap pemilihan ini perlu diperhatikan beberapa hal antara lain :
Waktu,. Kegunaan, Informasi dan penyelamatan. Pemilihan berdasarkan
waktu berarti arsip dipilih berdasarkan pada waktu pengeloaan arsip.
Pemilihan berdasarkan kegunaan, berarti arsip dipilih berdasarkan
seberapa tingkat penggunaan arsip, sering digunakan apa tidak.
Pemilihan berdasarkan informasi berarti pemilihan arsip dengan
mempertimbangkan isi kandungan informasi arsip. Dan pemilihan berdasar
penyelamatan berarti pemilihan dengan memperhatikan kondisi fisik
arsip, semakain buruk kondisi fisik arsip, semakin cepat untuk
diselamatkan.
2). Tahap Pemindaian
Arsip setelah dipilih
kemudian tahap berikutnya dilakukan pemindaian arsip, pada prinsipnya
pemindaian arsip hanya dapat dilakukan satu kali saja, sehingga proses
pemindaian dilakukan dengat cermat, tepat dan dilakukan dengan tujuan
untuk mendapatkan master arsip elektronik.
3). Tahap Penyesuaian
Nama
file dari hasil proses pemindaian biasanya berupa nama default
pemberian mesin yaitu tergantung mesin pemindai yang digunakan. Salah
satu nama yang umum adalah “scanxxxxx” dengan “xxxxx” adalah nomor urut
pemindaian. Nama file tersebut tidak mencerminkan isi dari arsip.
Sehingga perlu dilakukan penyesuaian nama file dengan mengikuti jenis
arsip, fond arsip, nomor urut daftar, nomor urut arsip dan nomor urut
lembar arsip.
4). Tahap pendaftaran
Setelah arsip hasil
pemindaian disesuikan dengan arsip aslinya, maka baru dilakukan
pendaftaran atau pembuatan daftar. Dalam daftar yang dibuat dicantumkan
informasi tentang nomor urut arsip dan disesuaikan dengan daftar
pertelaan arsip (DPA). Informasi tersebut diperlukan untuk menjamin
keaslian dari arsip elektronik yang dihasilkan dan menjaga dari
kemungkinan pemalsuan, karena salah satu ciri arsip yang baik adalah
asli dan autentik tercapai.
5) Tahap pembuatan berita acara
Dalam
tahap ini adalah pembuatan berita acara proses digitalisasi dari arsip
konvensional kedalam arsip elektronik. Dalam tahap ini mencantumkan
penanggungjawab pelaksanaan dan legalisasi dari pejabat yang berwenang,
jenis perangkat keras yang digunakan detail dan jenis komputer yang
digunakan.
Sistem Penyimpanan dan Temu Balik Arsip Elektronik
Dalam
perkembangan pengelolaan arsip, para praktisi kearsipan tentu saja
sangat memahami akan pentingnya sebuah arsip. Bukan hanya dilihat dari
bentuk fisiknya saja, melainkan dari sisi informasi yang terkandung
dalam arsip tersebut. Hal ini yang memacu para praktisi kearsipan untuk
selalu mencari pola pengeloaan yang tepat dan efisien untuk dapat
mengelola arsip-arsip tersebut.
Pengelolaan arsip bukan hanya terbatas
pada keamanan penyimpanan, namun juga mengarah pada manajemen
penempatan, sehingga akan mempermudah proses temu kembali arsip apabila
suatu saat arsip dibutuhkan oleh pengguna.
Saat ini para praktisi kearsipan telah banyak beralih dari media penyimpanan yang bersifat konvensional berupa fisik (hard copy) kedalam media elektronik (soft copy), hal ini dilakukan karena pertimbangan efisiensi.
Menurut
National Archives and Record Administration (NASA) USA, Arsip
elektronik merupakan arsip-arsip yang disimpan dan diolah di dalam suatu
format dimana hanya computer yang dapat memprosesnya, oleh karena itu
arsip elektronik seringkali dikatakan sebagai Machine Readable Record[3].
Proses
penyimpanan data secara sederhana adalah data disimpan dengan
didasarkan pada aplikasi dan jenis informasi. Suatu file data bisa
terdiri dari satu record atau lebih. Penyimpana file diatur dalam
direktori yang diciptakan dan diolah oleh sistem operasi. Direktori
dapat mempunyai funsi sebagai daftar isi untuk media yang bersangkutan.
Sistem penyimpanan arsip elektronik dapat dilakukan dalam berbagai bentuk media penyimpanan, antara lain [4]:
a). Media Magnetik (magnetic Media)
b). Disk Magnetik (magnetic disk)
c). Pita magnetik (magnetic tape)
d). Kaset (cassette)
e). Media optik ( Optical Media)
Media penyimpanan yang berkapasitas besar seperti hard disk atau disk optic yang memiliki lebih dari satu gigabyte
dapat dibagi dalam sektor-sektor, sehingga dapat dipergunakan untuk
aplikasi yang berbeda. Berarti dalam satu media penyimpanan berbagai
mecam informasi dapat diproses sesuai dengan sistem aplikasinya.
Pemberian label nama file dalam arsip cukup penting didalam penyimpanan
arsip elektronik. Format label nama pada direktori atau nama file dan
media penyimpanan sebaiknya diberikan secara standar, jelas dan lengkap,
hal ini penting sebagai tanda identitas dari media penyimpanan seperti floppy disk, hard disk dan sebagainya.
Pemberian
nama label yang bersifat eksternal maupun internal secara standar,
terpadu dan konsisten akan memudahkan penemuan kembali informasi. Guide indeks yang sesuai memungkinkan pengguna untuk mengatur sistem pengindekan
ConversionConversion EmoticonEmoticon